Hujan dan cerita cinta
Kala itu di ujung sore yang di temani gerimis. Aku berteduh sembari melihat orang yang berlalu lalang dengan buru-buru. Ku lihat hujan jatuh perlahan menyentuh tanah. Dan tiba-tiba, mata ku menangkap seseorang di kejauhan sana yang berjalan ke arah ku dengan senyum tipis yang terlukis di wajahnya. Aku mencoba mendekatinya dengan menyodorkan beberapa lembar tissu. “Makasih…”, katanya. Aku mengangguk pelan. Lalu dia pergi.
Dia sempat berbincang sederhana dengan ku, hanya sekedar menanyakan nama. Dia juga memberiku tumpangan, tapi ku tolak. “Semoga hujan selanjutnya bisa membuat kita bertemu lagi” katanya sambil berbisik.
Aku tersipu malu mengingat perkataannya tadi dan diam-diam ku aminkan dalam hati. Lalu, ku lihat punggungnya perlahan menghilang di ujung jalan.
Tak terasa aku sudah hampir sejam menunggu disini. Hujan juga tak bosan-bosannya menemaniku.
Sesampainya dirumah, aku beristirahat sejenak. Tiba-tiba ingatanku kembali pada kejadian sore tadi. “Semoga kita akan bertemu kembali” gumam ku dalam hati. Esoknya aku kembali disibukkan dengan tugas-tugas sekolah yang menyita waktuku untuk memikirkannya. Dan aku juga tak terlalu sering ke halte itu. Lalu perlahan ingatanku akannya memudar.
Tapi, pernah suatu waktu, aku menunggu di halte itu tapi tidak di temani hujan dan juga tak kutemukan dia disana. Mungkin benar hanya hujan pengantar pertemuan kita. Lalu, kutitipkan rindu lewat angin yang berhembus. Semoga kau rasa…
Dia sempat berbincang sederhana dengan ku, hanya sekedar menanyakan nama. Dia juga memberiku tumpangan, tapi ku tolak. “Semoga hujan selanjutnya bisa membuat kita bertemu lagi” katanya sambil berbisik.
Aku tersipu malu mengingat perkataannya tadi dan diam-diam ku aminkan dalam hati. Lalu, ku lihat punggungnya perlahan menghilang di ujung jalan.
Tak terasa aku sudah hampir sejam menunggu disini. Hujan juga tak bosan-bosannya menemaniku.
Sesampainya dirumah, aku beristirahat sejenak. Tiba-tiba ingatanku kembali pada kejadian sore tadi. “Semoga kita akan bertemu kembali” gumam ku dalam hati. Esoknya aku kembali disibukkan dengan tugas-tugas sekolah yang menyita waktuku untuk memikirkannya. Dan aku juga tak terlalu sering ke halte itu. Lalu perlahan ingatanku akannya memudar.
Tapi, pernah suatu waktu, aku menunggu di halte itu tapi tidak di temani hujan dan juga tak kutemukan dia disana. Mungkin benar hanya hujan pengantar pertemuan kita. Lalu, kutitipkan rindu lewat angin yang berhembus. Semoga kau rasa…
Komentar
Posting Komentar